Trivia Ini Pakem Membuka Presentasi Yang 'Menjual'

Ini Pakem Membuka Presentasi Yang 'Menjual'

sisiusaha (02/8)

creative people.. Pernah melakukan tugas berbicara di depan forum atau klien? Ternyata bicara di hadapan audiens, atau juga disebut presentasi dalam rangka menawarkan produk atau jasa bukanlah hal mudah. Keberhasilan suatu penawaran diawali dengan sebuah presentasi yang baik, lalu bagaimana pakem membuka presentasi yang 'menjual'?

Presentasi yang sukses diawali dengan langkah pembuka yang baik. Orang cenderung mengingat lebih baik apa yang paling awal mereka lihat dan dengarkan. Dalam dunia Psikologi dikenal dengan istilah efek awalan (Primacy Effect). Pembukaan yang baik akan menarik perhatian audiens. Apa yang Anda sampaikan di awal ketika membuka presentasi akan menjadi informasi yang paling diingat.

Audiens datang adalah untuk mendengarkan presentasi untuk suatu tujuan. Oleh karena itu, pembukaan berfungsi untuk menjelaskan dengan cepat apa tujuan presentasi. Jika audiens sudah mengerti tujuan presentasi Anda, mereka akan lebih tertarik untuk mengikutinya sampai selesai. Pembukaan presentasi mirip dengan opening sebuah film. Ketika Anda menonton film, 5 menit pertama sangat krusial karena selanjutnya menentukan apakah Anda akan menonton film tersebut sampai selesai atau segera meninggalkannya. Seperti sebuah film, pembukaan presentasi berfungsi untuk memberikan gambaran umum kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan.

Audiens menghadiri sebuah presentasi dengan motivasi awal yang berbeda-beda. Ada yang memang ingin mendapatkan informasi baru, ada pula yang sekedar datang karena diminta oleh atasannya. Oleh karenanya, ini menjadi kesempatan Anda untuk menciptakan motivasi yang sama bagi audiens agar mereka merasa perlu mendengarkan presentasi sampai selesai. Pembukaan yang baik juga akan menciptakan rasa ingin tahu audiens sehingga mereka akan terus mendengarkan Anda.

Banyak presenter kelas dunia membuka presentasi dengan cerita atau kisah. Cerita mudah diingat. Kita semua senang mendengarkan cerita. Masih ingat cerita masa kecil yang dikisahkan oleh kakek, nenek, ayah atau ibu Anda dulu? besar kemungkinan cerita itu masih teringat sampai sekarang. Membuka presentasi dengan sebuah cerita atau kisah akan mengajak audiens membayangkan kisah tersebut. Secara mental mereka mulai terhubung dengan Anda sebagai presenter dan siap untuk mendengarkan presentasi Anda dengan lengkap.

Sebuah cerita yang relevan mampu menggugah emosi audiens. Mengajak mereka merenung dan menghayati cerita sebelum mendengarkan presentasi Anda. Coba pikirkan sebuah cerita yang relevan dengan presentasi Anda. Tidak harus cerita yang benar-benar terjadi. Anda juga bisa menggunakan cerita rekaan sebagai ilustrasi. Selama cerita tersebut disampaikan dengan penuh penghayatan, secara emosional audiens akan ikut dalam cerita Anda. Memang butuh persiapan lebih dan keterampilan menyampaikan cerita dengan baik agar pembukaan Anda berkesan. Namun jika Anda bisa melakukannya, Anda tidak hanya menggugah aspek logika audiens, melainkan pula aspek emosional mereka.

Disamping cerita, sangat perlu disajikan juga sebuah fakta atau data yang berhubungan dengan topik presentasi Anda. Jika presentasi Anda memiliki data dan fakta yang menarik, Anda bisa menggunakan informasi tersebut untuk membuka presentasi. Data bisa mengajak orang untuk berpikir. Tidak hanya itu, data dan fakta mampu menciptakan efek dramatis tanpa harus didramatisir. Menggunakan data yang relevan akan membuat audiens tersentak. Apalagi jika data tersebut belum pernah mereka dengar sebelumnya.

Dengan kepercayaan diri yang tinggi dan penguasaan materi secara detail, dapat dipastikan sejak menit pertama tampil, Anda akan memukau dan meyakinkan. Audiens pun tertarik untuk mengikuti presentasi Anda sampai selesai karena sejak awal mereka telah terpesona oleh pembukaan presentasi Anda, selanjutnya kontrak bisnis akan semakin dekat menghampiri Anda. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga