News Museum Dijadikan Sektor Ekonomi Kreatif  

Museum Dijadikan Sektor Ekonomi Kreatif  

sisiusaha (1/10)

Museum, yang selama ini dianggap tidak bisa berkontribusi banyak bagi perekonomian suatu negara, ternyata malah dijadikan salah satu sektor ekonomi kreatif Inggris Raya. Museum, dipadatkan bersama galeri dan perpustakaan, menyumbang banyak kontribusi untuk Inggris Raya.            

Menurut Tony Travers, Direktur London School of Economics (LSE) Grup London, museum dan galeri di Inggris Raya bisa menjadikan negara ini sebagai pemimpin dunia dalam bidang kreativitas dan ilmu pengetahuan, asalkan diberi ruang sebesar-besarnya untuk tumbuh dan berkembang.            

Tony menilai, banyaknya pengunjung di museum-museum unggulan Inggris Raya, berdampak pada kemajuan ekonomi. Hal ini dikarenakan, banyak di antara pengunjung adalah wisatawan asing yang tertarik pada sejarah dan kebudayaan Inggris Raya. Nantinya, pengetahuan yang diterima pengunjung, akan mempengaruhi kreativitas serta kinerjanya di dunia pendidikan.            

Saat ini, museum dan galeri di Inggris Raya adalah salah satu yang terbaik di dunia. “Tidak ada negara lain di dunia yang memiliki museum dengan daya pengaruh luas, dan terletak di areal yang terbilang kecil”, jelas Tony.            

Inggris Raya memiliki 1.848 museum yang terbentang dari Inggris hingga Skotlandia. Pendapatan per tahun dari sektor museum dan galeri diperkirakan mencapai 1.5 milyar poundsterling.            

Bahkan, tercatat lebih dari 42 juta orang mengunjungi museum dan galeri tiap tahunnya. Jumlah ini lebih banyak ketimbang penonton Liga Primer Inggris, Piala FA, dan Piala Liga pada musim 2004/2005. Padahal, sepakbola Inggris mendapat perhatian luar biasa dari segala kalangan di dunia.            

Tujuh dari sepuluh atraksi turis di Inggris adalah museum dan galeri. Kedua tempat ini menjadi faktor signifikan kunjungan turis asing ke Inggris Raya. Ditambah, 43% dari populasi Inggris Raya mengunjungi museum paling tidak setahun sekali.            

Indonesia juga memiliki banyak museum dengan kekayaan budaya serta sejarah. Museum, jika serius dikelola, tidak hanya menyumbangkan devisa bagi kas negara, namun juga meningkatkan kreativitas serta pengetahuan generasi mendatang. (WeBe)  

 

sumber: London School of Economics (LSE)

Rekomendasi

Baca Juga