Trivia Hua Xi, Desa Terkaya Di Dunia

Hua Xi, Desa Terkaya Di Dunia

sisiusaha (01/8)

creative people.. Mungkin sulit membayangkan ada sebuah desa yang awalnya tergolong miskin dan terbelakang, namun mampu bangkit dan membangun kehidupan perekonomian sehingga memiliki predikat desa terkaya di dunia. Adalah Hua Xi sebuah desa yang ada di Negara China, desa ini dulunya adalah desa termiskin tetapi kini telah menjelma menjadi desa paling kaya di dunia.

Berkat kerja keras masyarakat desa serta didukung oleh pemimpin yang pandai dan cerdas dalam memimpin, meyakinkan, mengajak warganya dalam membangun desanya agar menjadi lebih berkembang dan maju serta terlepas dari kemiskinan. Dialah Wu Renbao, merupakan pemimpin sekaligus arsitek pembangunan perekonomian di desa Hua Xi.

Wu bertugas di desa itu selama 40 tahun. Dia berhasil mengubah para petani menjadi jutawan dengan mendirikan 12 perusahaan mulai dari pengolahan tekstil hingga baja. Saat ini, penduduk yang terdarftar sebanyak 3.000 orang. Kendaraan mewah yang lalu lalang di desa itu dibeli dari keuntungan perusahaan desa yang dibagikan secara kolektif kepada penduduknya.

Kepemimpinan China yang baru menekankan pada pemberantasan korupsi. Penduduk desa memuji gaya Wu yang sederhana. Mereka mengatakan Wu tetap tinggal di rumahnya dari tahun 1970an. Wang Hui, seorang pensiunan pejabat pemerintah dari Beijing mengatakan,"Dia adalah orang sederhana dan memiliki moral".

Desa yang berpredikat sebagai desa terkaya itu, dikatakan memiliki keuntungan bisnis mencapai 100 miliar yuan atau sekitar 16 miliar dollar AS pada tahun 2015. "Mimpi terbesar saya adalah membuat orang-orang miskin ini kehidupan yang lebih baik. Namun sistem yang diterapkan adalah sosialis, Wu Renbao mengatur pembagian hasil-kerja di Desa Hua Xi dengan prinsip “mendapatkan sesuai dengan hasil kerja”, “kerja makin keras mendapatkan makin banyak” berusaha dipegang dan dilaksanakan. Keuntungan 20% untuk Grop Hua Xi yang melancarkan usaha, 80% digunakan untuk usaha; Dari 80% yang digunakan untuk Usaha itu, 10% untuk bonus pemborong; 30% untuk bonus manager dan teknisi; 30% untuk bonus pegawai/buruh; 30% akumulasi modal untuk mengembangkan usaha.

Dengan semboyan: "Pembagian lebih sedikit, akumulasi modal lebih besar, mencatatkan saham lebih besar". Pelaksanaannya adalah bonus yang seharusnya jatuh ketangan pribadi pemborong, buruh/pegawai, kenyataan hanya 20% yang diuangkan dan diterima orang bersangkutan, selebihnya 80% dicatatkan sebagai pembelian saham perusahaan Hua Xi Groups. Jadi sekarang ini saham perusahaan Hua Xi Grop telah lebih 70% menjadi hak-milik kolektif dan kurang dari 30% saham milik Komune Hua Xi semula. 

Akan tetapi, buruh migran yang tinggal di Huaxi mengatakan,selama 10 tahun menjadi pekerja pada pabrik baja, dia tidak menerima keuntungan lain kecuali gaji yang sebesar 4.000 yuan (Rp 6,1 juta) setiap bulan. Salah seorang pengacara mengkritik Huaxi mengatakan, mereka yang meninggalkan desa tidak disisihkan dari pembagian kekayaan. "Sangat sulit mengatakan apakah model Huaxi benar-benar membuat semua orang menjadi kaya karena informasi sangat terbatas. Walaupun penduduk desa kaya, mereka tidak dapat membawa kekayaan itu ketika keluar dari desa, sehingga diragukan apakah aset itu benar-benar milik penduduk desa," kata Yuan Yulai dari firma hukum Zhejian Zhixing. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga