News Instruksi Presiden Kepada Mendes baru: Percepat Pembangunan Desa

Instruksi Presiden Kepada Mendes baru: Percepat Pembangunan Desa

sisiusaha (28/7)

creative people.. Presiden Joko Widodo telah merombak Menteri Kabinet pada Rabu, 27 Juli 2016, salah satunya adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), posisi Marwan Jafar sebagai menteri sebelumnya diganti oleh Eko Putro Sandjojo. Eko memuji Marwan yang dianggapnya sukses memimpin kementerian baru tersebut.

"Pertama saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Marwan yang telah berhasil menggabungkan 3 kementerian dan cukup sukses. Diawal ada ketakutan saat menyatukan beberapa kementerian menjadi satu. Namun Pak Marwan berhasil," ujar Eko dalam sambutannya dalam acara sertijab di kantor Kemendes PDTT, Jl Raya Kalibata No. 17, Jaksel, Rabu (27/7/2016).

Eko berjanji akan meneruskan kebijakan yang dibuat oleh Marwan selama 21 bulan memimpin Kemendes. Dirinya juga minta semua pejabat dan jajaran di kementerian tersebut untuk mendukung dan selalu berkomitmen pada semua keputusan yang dibuatnya. Hal tersebut karena wilayah cakupan Kemendes dan PDTT sangat luas apalagi jumlah desa di Indonesia sangat banyak.

"Saya baru di bidang ini. Saya akan teruskan kebijakan yang telah dibuat Pak Marwan. Tanpa dukungan dan komitmen tidak akan jalan semua kebijakan tersebut. Ini kementerian baru, coverage-nya luas dan desa di Indonesia sangat banyak. Jadi akan sulit, tapi dengan kerja keras saya yakin kita bisa mengemban tugas dari Presiden," lanjut Eko.

Eko yang sudah mengetahui dirinya akan menjadi Mendes dan PDTT sejak 2 hari lalu tersebut mengatakan bahwa dirinya mendapat instruksi melalui pesan dari Presiden Joko Widodo. Pesan tersebut adalah untuk mempercepat pembangunan desa. "Percepat pembangunan desa," jawab Eko saat ditanya apakah instruksi presiden kepadanya.

Untuk itu dirinya akan membuat program yang bisa menyerap banyak tenaga kerja di desa. Selain itu, dirinya juga akan mendorong desa untuk membentuk badan usaha desa.

"Pada dasarnya bagaimana kita memberdayakan ekonomi desa lebih berkembang. Yang sekarang dijalankan terutama adalah untuk program-program yang bisa menyerap tenaga kerja. Kita akan push lagi pembentukan badan usaha desa. Karena badan usaha desa itu uang dimasukkan ke situ jadi desa ada kendaraan untuk channeling untuk KUR (Kredit Usaha Rakyat), simpan pinjam dan sarana pasca panen sesuai kebutuhan desa," imbuh Eko terkait programnya. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga