News Manfaat Teknologi Digital Bagi Petani

Manfaat Teknologi Digital Bagi Petani

sisiusaha (25/7)

creative people.. Tekonologi digital merupakan keniscayaan, tidak dapat dibendung dan tidak pula dipungkiri kemajuannya. Hampir semua sektor kehidupan dari mulai urusan sajadah hingga haram jadah telah terbantu oleh kemajuan teknologi digital ini. Kemudahan yang diberikan oleh teknologi digital sejatinya mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, tidak terkecuali juga pada sektor pertanian.

Belum lama ini Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan program Petani Digital. Ikhtiar dari Kemenkominfo berusaha memanfaatkan teknologi informasi untuk menjawab beberapa tantangan yang dihadapi petani. Menkominfo Rudiantara menyampaikan, perkembangan teknologi informasi, harusnya bisa memberikan dampak yang positif juga ke para petani. Teknologi informasi ini kelak akan membantu masalah penjualan, menambah pengetahuan, yang kemudian bisa mendorong petani untuk meningkatkan produksinya.

"Fakta dari BPS menyatakan sejak tahun 2003 hingga 2013,  Indonesia telah kehilangan 5 juta petani. Padahal, berdasarkan riset yang dilakukan sebuah perusahaan konsultan, menyimpulkan dari studi di 26 negara di luar Eropa bahwa teknologi selular dapat meningkatkan pendapatan petani sebesar 11%. Ini menjadikan kami  memperkenalkan sejumlah aplikasi karya anak-anak bangsa," ungkap Menkominfo Rudiantara.

"Pemerintah sangat ingin memajukan Petani Indonesia dan aplikasi-aplikasi karya anak bangsa ini dibuat khusus untuk meningkatkan produktifitas mereka. Karenanya kami akan mendorong gerakan Nasional bersama-sama "Petani dan UMKM Indonesia Go Digital" mulai tahun ini," katanya. Setidaknya ada empat aplikasi yang diperkenalkan pemerintah ke petani yakni petani, tanihub, lima kilo dan pantau harga. 

Aplikasi tersebut merupakan layanan informasi terkini terkait solusi permasalahan pertanian, forum online dengan sesama petani lain dari seluruh kawasan di Indonesia, memperoleh informasi mengenai tempat penjualan alat-alat pertanian, informasi pelatihan petani dan berita-berita seputar agrobisnis, fitur Toko di Petani Apps untuk Membuka Pasar Petani dalam rangka aktivasi platform eCommerce pertanian pertama di Indonesia secara langsung dengan petani, fitur lapor pupuk (harga pupuk dan lokasi penjualan dari berbagai daerah di Indonesia, fitur lapor panen.

Namun teknologi aplikasi digital ini dinilai belum menjadi hal populer bagi kalangan petani. Oleh karena itu, ketika Pemerintah mulai memperkenalkannya, harus ditindaklanjuti dengan penyiapan infrastruktur seperti keterjangkauan signal di pedesaan, kemampuan membeli kuota dan mengoperasikan aplikasi serta kepemilikan gadget pendukung. Hal tersebut dapat ditempuh lewat kampanye masif seperti GoJek, aplikasi dibidang transportasi kerakyatan ojek, sehingga lebih viral secara cepat.

Menurut Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, "Bukan hari ini diluncurkan, lalu semua selesai, cara berpikirnya lihat dari sudut pandang masyarakat desa." Kebanyakan kegagalan penerapan aplikasi seluler, lanjut dia, disebabkan kampanye yang tidak konsisten. Terlebih, posisi petani berada di pedesaan. Namun seharusnya kampanye bisa disusupkan lewat beragam media semisal iklan televisi, pemberitaan di media massa dan pendampingan secara langsung maupun menggunakan para penyuluh pertanian.

Konten aplikasi juga harus dibuat sesederhana cara berpikir petani, mudah dijangkau oleh para petani dan konsumen karena kesederhanaan fiturnya. Dukungan infrastruktur pun harus jadi pekerjaan rumah dalam mengkampanyekan aplikasi pertanian. Di mana jaringan harus tersedia sampai ke desa-desa, disediakan subsidi untuk kepemilikan ponsel, paket kuota, sekaligus dipasangkan aplikasinya.

Pengamat IT dari ITB Agung Harsoyo juga menyebut penggunaan teknologi merupakan hal niscaya di segala sektor termasuk pertanian. Ketika mendorong penggunaan teknologi aplikasi agar digunakan petani, pemerintah harus mengiringinya dengan ketersediaan sarana pendukung semisal jaringan internet, kepemilikan gadget dan pendampingan cara pengoperasiannya. 

Teknologi aplikasi akan sangat membantu petani mendekatkan diri dengan konsumen dalam hal tata niaga. Petani juga dapat memanfaatkannya sebagai sarana bertukar informasi kekinian seputar teknik bertanam yang baik, jadwal tanam, penggunaan pupuk dan yang lainnya. Syaratnya, penggunaan aplikasi tersebut harus membumi dan tidak memusingkan petani.

"Aplikasi ini juga dapat menjadi sarana promosi, misalnya kalau dia tiga hari lagi panen produk apa, bisa diumumkan agar konsumen mudah menjangkaunya," tuturnya. Teknologi aplikasi merupakan solusi sejumlah masalah pertanian yang harus didukung. Ia pun turut mendorong pemerintah lebih giat berkampanye dan menyediakan infrastruktur pendukung setelah memperkenalan aplikasi yang dilakukan hari ini. (RED)

 

Rekomendasi

Baca Juga