News Pebasket Wanita Dilarang Berhijab, Raisa Bikin Petisi

Pebasket Wanita Dilarang Berhijab, Raisa Bikin Petisi

sisiusaha (21/7)

creative people.. Keputusan federasi bola basket internasional (FIBA) telah melarang pebasket wanita mengenakan hijab membuat gerah banyak pihak. Organisasi di bawah kepemimpinan Horacio Muratore pun kebanjiran berbagai tuntutan. Salah satu tuntutan itu muncul dari Raisa Aribatul Hamidah. Baru-baru ini pebasket wanita dari klub Surabaya Fever itu "menggugat" keputusan tersebut melalui laman change.org.

Raisa yang telah bermain basket sejak usia 14 tahun di klub Club Sahabat Ponorogo, mengaku tetap menggunakan hijab. Dalam petisinya, Raisa bersikukuh mempertahankan busana hijabnya meski tampil di ajang Liga Profesional, Women National Basketball League (WNBL) dan Women Indonesia Basketball League (WIBL).

Menurut Raisa, tidak mudah mempertahankan hijab. Sebab, sejak mengikuti kejuaraan basket di Surabaya, Jawa Timur, pada 2005, tim Raisa selalu mendapat technical foul. Peringatan teknis itu, menurut Raisa, karena seragam yang dia gunakan dinilai tidak wajar dan tidak sesuai peraturan. 

Pengalaman pahit itu memuncak. Raisa harus merasakan gagal memperkuat Timnas Basket Indonesia Muda. Dua kali nama Raisa masuk daftar pemain timnas, namun dipaksa melepaskan posisi itu. "2008 ditarik kembali dari daftar pemain disebabkan saya tetap ingin berjilbab saat pertandingan. Tahun 2015, kasus serupa juga kembali terulang," tulis Raisa dalam petisi tersebut.

Untuk itu, dia ingin FIBA menghapus larangan penggunaan hijab yang tertuang dalam Peraturan Tiga Pasal 4 tentang Tim. Dalam poin 4.4.2 tersebut tertuang ayat yang berbunyi, "Pemain tidak boleh memakai perlengkapan (benda-benda) yang dapat menyebabkan pemain lain cedera. Antara lain: tutup kepala, asesoris rambut dan perhiasan." Raisa menegaskan, sudah saatnya FIBA menghapus poin tersebut. Sebab, beberapa olahraga semisal sepakbola sudah tidak lagi menerapkan larangan itu.

"Di cabang olahraga sepakbola pada 2012, FIFA memberikan tenggat waktu sebagai masa uji coba dan mereview kembali aturan tersebut. Dari masa uji coba tersebut, tidak didapatkan bukti yang kuat bahwa penutup kepala dapat membuat cedera pemain, sehingga FIFA benar-benar menghapus larangan tutup kepala selama pertandingan. Mengapa FIBA tidak mengikuti jejak FIFA di sini?" tulis Raisa dalam gugatannya.

Raisa menyebut, selain dirinya ada dua nama di dunia basket yang terkena dampak peraturan itu. Bilqis Abdul Qadir, pemain basket perempuan yang menggunakan hijab dalam sejarah Liga Bola Basket Mahasiswa Amerika Serikat (NCAA) dan wasit berhijab Indira Kaljo asal Indonesia adalah dua nama yang tertahan karena peraturan itu.

creative people.. Untuk itu, Raisa mengajak orang lain untuk mengisi dan menandatangani petisinya. Jika tertarik membantu Raisa, Anda dapat mengklik tautan ini. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga