News Kenapa Pekalongan?

Kenapa Pekalongan?

sisiusaha (1/10)

Pekalongan dinobatkan sebagai Kota Kreatif UNESCO di bidang crafts & folk arts (kerajinan & budaya rakyat) pada 2014 silam. Tentu ada berbagai persyaratan sampai dengan sebuah kota diberi label sebagai “Kota Kreatif”. Lalu, kenapa Pekalongan berhasil lolos persyaratan tersebut?            

Salah satu syaratnya, dikutip dari situs UNESCO, adalah,  memiliki produk khas lokal yang dikuasai oleh mayoritas masyarakatnya serta dapat meningkatkan kualitas hidup lingkungannya.            

Pekalongan telah lama dikenal sebagai “Kota Batik”, rumah bagi 300.000 warganya. Kota ini, UNESCO anggap multikultural, dimana berbagai macam etnis hidup bersama secara rukun. Mereka senang mengekspresikan budayanya dalam banyak eksibisi, parade, dan acara lain sepanjang tahun.            

Dan memang, produk kerajinan seperti batik hand-made menjadi identitas Pekalongan. Batik tidak cuma akrab dengan segi budaya, namun terhubung juga dengan ekonomi, karena mampu mendongkrak pendapatan masyarakat Pekalongan.            

Kerajinan batik telah terintegrasi ke dalam sistem pendidikan Pekalongan. Selain itu, batik juga dijadikan salah satu rencana pengembangan ekonomi jangka panjang oleh pemerintah daerahnya.            

Pelestarian dan pengembangan budaya batik serta desa-desa produsen batik merupakan prioritas Kota Pekalongan. Contohnya, Pekalongan membangun museum batik dan workshop bagi para pelajar yang ingin mendalami kerajinan batik. Hal ini dirasa mampu menyederhanakan suatu kebudayan yang rumit.            

Pekalongan adalah contoh luar biasa bagaimana pengembangan budaya lokal dapat meningkatkan taraf hidup warganya. Satu poin penting yang ditangkap UNESCO adalah, mayoritas dari pengrajin batik berjenis kelamin perempuan.            

Dari sekian penjelasan di atas, nampaknya Pekalongan sungguh-sungguh memanfaatkan budaya asalnya. Hal demikian merupakan cikal bakal kesuksesan ekonomi kreatif berbasis kerajinan, dimana banyak masyarakat Indonesia yang memiliki budaya serupa.            

Pemilihan ini tentu sudah dipertimbangkan secara matang oleh UNESCO. Sekarang, Pekalongan telah tergabung dalam jaringan Kota Kreatif Dunia bersama Sydney (kategori film), Bilbao (kategori desain), Norwich (kategori literatur), Prague (kategori musik), Seoul (kategori desain), Chengdu (kategori tata boga), Dakar (kategori seni media), Santa Fe (kategori kerajinan & budaya rakyat), dan puluhan kota lainnya. (WeBe) 

Rekomendasi

Baca Juga