Opini Belajar Sukses Ala Jendral Republik Keripik Maicih

Belajar Sukses Ala Jendral Republik Keripik Maicih

sisiusaha (20/7)

creative people.. Tidak terbantahkan lagi bahwa kemajuan teknologi digital mampu merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Untuk itu hanya perlu menggabungkan kekuatan teknologi dengan ide kreatif. Seperti contoh kesuksesan Reza Nurhilman seorang pengusaha sukses keripik maicih.

Reza Nurhilman yang akrab di sapa AXL maicih adalah contoh pengusaha muda yang sukses berkat kegigihan dan kreatifitasnya dalam mengembangkan sebuah bisnis. Keripik Maicih sudah tidak asing lagi namanya, namun bagaimana cara Reza (AXL) Nurhilman membangun usaha tersebut yang patut dijadikan referensi dan pembelajaran bagi pengusaha rintisan (start up) yang ingin sukses.

Kunci sukses pada bisnis yang dilakukan AXL adalah terletak cara berpikir secara “out of the box” atau di luar konteks normal. AXL suskses berkat ketekunan dan keyakinannya terhadap bisnis yang dijalankan.

"Menjadi sukses adalah kewajiban dan hak setiap orang. Namun ingat, sukses tidak mungkin datang dengan sendirinya, tetapi melalui sebuah perjuangan yang gigih pantang menyerah. Suatu kegagalan itu wajar. Orang mengalami kegagalan belum berarti dia menjadi orang yang gagal total, namun sesungguhnya ada hikmah dibalik semua itu yaitu keberhasilan," demikian prinsip yang dianut AXL.

Reza Nurhilman lahir pada 29 September 1987 di Bandung, merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak kecil tinggal dan di besarkan oleh orang tua angkatnya di Cimahi. Masa kecilnya yang tanpa ada figur seorang ayah membuatnya menjadi pribadi yang mandiri dan pantang menyerah dalam segala hal.

Setelah lulus SMA tepatnya pada tahun 2005 Reza lebih memilih untuk bekerja daripada melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dalam rentang empat tahun dari tahun 2005 hingga 2009 AXL mengumpulkan uang dengan menjual berbagai produk mulai dari alat-alat elektronik hingga pupuk. Hingga suatu hari AXL diajak seorang temannya untuk bermain ke Cimahi untuk mencicipi keripik lada pedas yang di buat oleh seorang nenek. Dan ternyata sangat menyukai keripik yang dibuat oleh sang nenek karena rasanya sangat enak. Namun sayangnya nenek tidak mencoba memasarkan produknya dan hanya membuat keripik tersebut pada moment tertentu saja.
 
Akhirnya Reza (AXL) berinisiatif untuk menggeluti bisnis keripik pedas yang di buat oleh nenek. Seketika AXL mencoba menanyakan resep dan cara membuat keripik tersebut dan ternyata sang nenek tak keberatan untuk berbagi ilmunya kepadanya. Dari sinilah awal mula Keripik Maicih berdiri. Reza memberikan nama produk keripiknya dengan nama Maicih, Ia mengaku memberikan nama Maicih lantaran biar keliatan nyeleneh saja.
 
Strategi pemasaran lewat jejaring sosial merupakan titik keberhasilan maicih. AXL memanfaatkan kecanggihan teknologi masa kini yaitu dengan media twitter dan facebook. AXL sengaja membuat produknya eksklusif agar orang penasaran. Dia tidak membuka toko seperti layaknya kebanyakan penjual, namun dijual dengan memanfaatkan media twitter sebagai informasi lokasi dimana para jenderal (agen) maicih mangkal menjajakan dagangannya.
 
Dengan modal 15 juta AXL segera memulai usaha keripik pedas yang telah di ajarkan oleh sang nenek. Saat itu produksinya masih 50 bungkus perhari dengan varian level 1-5 dan dipasarkan dengan cara berkeliling. Perlahan namun pasti usaha yang di lakukan Reza semangkin berkembang, yang awalnya hanya level 1-5 kini AXL menambah level menjadi 10.
 
Melalui jaringan kekerabatan, AXL mencoba menciptakan isu atau word of mouth (WOM). Salah satunya, dengan tingkat kepedasan keripik. "Keripik yang kami jajakan memiliki tingkat kepedasan yang berbeda. Mulai dari level satu sampai lima, dan langsung ke level 10 yang tingkat pedasnya paling tinggi," terangnya. Dengan diferensiasi seperti itu, produk pun direspon positif oleh lingkar kekerabatan Axl.
 
Konsep jualan nomaden itu rupanya justru menggelitik rasa penasaran sekaligus memicu antusiasme konsumen. Dampaknya, tak sedikit anak-anak muda justru menunggu-nunggu kicauan dari para jendral Maicih plus berharap lokasi kampus atau rumah mereka bisa disambangi mobil Maicih. Melalui konsep nomaden itu, urai AXL, "Kami ingin mencapai misi pertama kami, yaitu menciptakan gengsi di dalam diri konsumen kalau bisa mengkonsumsi Maicih. Bahkan, punya gengsi jika bisa menjadi icihers." Itu artinya, jika belum tahu dan mencoba Maicih, boleh dibilang mereka belum masuk kategori "gaul".
 
Misi berikut dari AXL beserta Republik Maicih (kawan-kawan) adalah menciptakan gengsi profesi seorang jendral. Menjadi seorang jendral Maicih jelas tidak mudah. Seleksi dilakukan sangat ketat. "Ada tiga batch yang kami tawarkan kepada para calon jendral," imbuhnya. Ketiga batch itu dibedakan berdasarkan pembelanjaan keripik Maicih. Selain syarat pembelanjaan, yang terpenting adalah calon jendral Maicih harus datang ke Bandung untuk interview dan mengikuti Akademi Jendral Maicih. Di sini, calon jendral di-training seputar team work, inovasi, character building, dan soft skill lainnya. Pendeknya, para calon jendral harus mampu menjadi Independent Bussiness Owner (IBO).
 
Kerja keras para Jenderal Republik Maicih yang merupakan anak-anak muda kelahiran era 80-an itu tak percuma. Kini, Maicih sudah sampai seantero Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Bahkan, Maicih juga sudah menjangkau mancanegara. Sebut saja Jepang dan Singapura. Tak mengherankan, dengan modal awal yang hanya Rp 15 juta, kini omzet Maicih membengkak. Per bulan, omzet Maicih yang didapat dari pembelanjaan keripik para jendral sudah menembus Rp 7 miliar.
 
creative people.. Terinspirasi dengan cerita sukses Reza (AXL) Nurhilman dan para Jendral Republik Maicih? Memiliki ide usaha dan siap untuk sukses melalui cara kreatif yang "out the box". Perlu bimbingan agar segera dapat memulai usaha dapat hubungi team sisiusaha network melalui email sisiusaha@gmail.com, chat di https://www.facebook.com/sisiusahadotcom atau melalui WhatsApp Messenger Nomor 08179432523. (RED)

 

Rekomendasi

Baca Juga