News Kudeta Turki: Media Sosial Ikut Terkudeta

Kudeta Turki: Media Sosial Ikut Terkudeta

sisiusaha (16/7)

creative people.. "Kekuasaan negara sudah diambil alih sepenuhnya." Sebuah pernyataan yang disiarkan stasiun televisi NTV, saluran berita teleivisi Turki. Pernyataan yang dibacakan di televisi menyebutkan "dewan perdamaian" saat ini menjalankan negara dan sudah diterapkan jam malam dan keadaan darurat. Tentara ditempatkan di tempat-tempat strategis di Istanbul sementara jet-jet tempur terbang rendah di ibu kota Ankara. 

Pernyataan oleh "kelompok militer" yang disiarkan televisi TRT mengatakan bahwa "tatanan hukum dan nilai-nilai sekuler dan demokratis telah dirusak oleh pemerintah yang berkuasa saat ini". "Akan ada konstitusi baru," demikian pernyataan dari kelompok militer. Hingga tengah malam waktu setempat belum diketahui dengan jelas kelompok militer ini dan muncul beberapa laporan bahwa sejumlah jenderal senior ditahan.

CNN Turki memberitakan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan "selamat". Kepada media ini Erdogan mengatakan bahwa aksi ini dilakukan oleh "struktur paralel" dan ia akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya. Di masa lalu, istilah "struktur paralel" ia gunakan untuk mengacu kepada Fethullah Gullen, ulama Turki yang bermukim di Amerika Serikat, yang ia katakan 'mendorong kerusuhan' di Turki.

Ia mendesak rakyat untuk turun ke jalan-jalan guna menentang pemberontakan tersebut. "Saya minta rakyat berkumpul di berbagai lapangan dan bandar udara. Tak ada yang lebih tinggi dari kekuasaan rakyat," kata Erdogan. Perdana Menteri Binali Yildirim menyebut tindakan ini oleh kelompok militer ini "aksi ilegal" dan menekankan bahwa ini bukan kudeta.

Ia menegaskan bahwa pemerintah masih ada dan bertanggung jawab menjalankan negara. "Siapa saja yang ada di kelompok ini, yang melakukan tindakan ilegal, akan membayar dengan harga yang sangat mahal," kata PM Yildirim. 

Bandara ditutup, akses ke situs media sosial internet terputus. Akses terhadap media sosial di tutup sejak kudeta militer Turki dimulai. Media sosial seperti Facebook, Twitter, Alphabet dan Youtube ditutup beberapa saat ketika berita militer melakukan kudeta. Sebuah kelompok yang bernama Turkey Blocks mengatakan internet di Turki dimatikan. Mereka memonitor gerak performa internet global. Selain Turkey Blocks, ada Dyn yang mengatakan tidak mungkin saat ini mengakses media sosial di Turki. 

creative people.. Ternyata begitu besar pengaruh media sosial dalam persoalan kudeta ini, mungkin dikhawatirkan adanya arus informasi yang sangat cepat justru dapat memperkeruh situasi sehingga perlu adanya aksi media sosial ikut "terkudeta". Kita berdoa semoga Turki kembali aman dan dapat meneruskan kehidupan secara normal. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga