News Ini Penghasilan Starling (starbucks kelililing) Alias Pedagang Kopi Keliling

Ini Penghasilan Starling (starbucks kelililing) Alias Pedagang Kopi Keliling

sisiusaha (30/6)

creative people.. Ketika ngopi sudah menjadi kebiasaan, tak peduli dimana tempatnya yang penting kopi panas tersedia. Bagi kalangan dompet tebal dapat menikmati kopi di cafe-cafe kece, namun yang berdompet tipis juga tersedia banyak pilihan ngopi, bisa diwarung atau juga di taman, tempat parkir kantor atau mal dengan memanfaatkan jasa starling (starbucks keliling) pedagang kopi keliling.

Sangat mudah dijumpai pedagang kopi keliling disekitar tempat parkir perkantoran, mal, taman, maupun di jalan protokol ibukota. Mereka menjajakan dagangan kopi panas murmer alias murah meriah. Namun tahukah anda berapa penghasilan pedagang kopi keliling ini?

Sebut saja Umar adalah salah satu pedagang kopi keliling di sekitar Gedung Sarinah Thamrin Jakarta. Pria yang merantau dari Sampang, Madura, Jawa Timur itu mengaku telah menjadi pedagang kopi keliling sejak enam tahun lalu. Tanpa ragu dan malu Dia mengungkapkan besaran pendapatan yang diperolehnya setiap hari. 

Dia mengatakan uang yang diperolehnya sebagai pedagang kopi keliling berbeda-beda, tergantung hari. "Kalau malam minggu atau libur biasanya lebih gede. Kalau hari biasa Rp250 ribu, kalau malam minggu Rp450 ribu," katanya. 

Namun ternyata, uang tersebut tak sepenuhnya menjadi milik Umar. Saat ditanyakan ke mana uang hasil penjualannya diserahkan, Umar membeberkannya. "Saya kasih uang itu ke bos di Kwitang," kata Umar yang mulai berdagang mulai jam empat sore sampai empat dini hari itu.

Ya ternyata orang yang dipanggil bos itu bukan hanya memayungi Umar saja. Dia mengatakan, ada ratusan orang lainnya yang menjadi anak buah bos yang enggan disebutkan namanya olehnya. Jadi uang tersebut disetorkan sesuai dengan banyaknya kopi, teh, gula, dan minuman sachet lain yang dibeli kasbon oleh Umar.

"Nanti dicatat sama bos, barang apa saja yang dibeli kasbon dan laporan ke bos sisanya berapa. Terus uang yang saya dapat, dikasih ke bos sesuai harga yang dibeli ke bos," jelasnya. Meski Umar sudah bertahun-tahun tinggal di Jakarta, tapi logat Maduranya masih kental terdengar.

Lalu berapa sisa uang penjualan yang berhak dimiliki Umar? "Sehari saya bisa dapat Rp100-150 ribu," katanya. Itu artinya dalam sebulan, penghasilannya bisa mencapai lebih dari Rp3 juta. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga