Opini Antara Etika Dan Akhlak

Antara Etika Dan Akhlak

sisiusaha (21/6)

creative people.. Ada suatu hal dasar yang membedakan peradaban satu golongan dengan lainnya, yaitu etika. Etika juga merupakan ukuran identitas keluhuran manusia dalam semua lini kehidupannya.

Istilah etika secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, etos artinya kebiasaan (costum) adat. Istilah etika pertama kali  dalam sejarah yang tertulis diperkenalkan oleh filsuf Yunani, Aristoteles melalui karyanya yang berjudul Etika Nicomachiea, yang berisikan tentang ukuran ukuran perbuatan. Etika itu sendiri adalah kebiasaan kebiasaan dalam arti moral atau kesusilaan. Oleh karenanya etika sering diartikan sebagai studi tentang yang benar atau salah (right and wrong) dalam tingkah laku manusia.

Dalam Islam etika dikenal sebagai “akhlak” yang berasal dari bahasa arab yaitu ” Al-Khulk ” yang berarti tabeat, perangai, tingkah laku, kebiasaan, kelakuan. Menurut istilahnya, akhlak ialah sifat yang tertanam di dalam diri seorang manusia yang bisa mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah tanpa adanya suatu pemikiran dan paksaan.

Menurut Ibnu Maskawaih, salah seorang cendekiawan Muslim yang berkonsentrasi pada bidang filsafat akhlak ialah “hal li nnafsi daa’iyatun lahaa ila af’aaliha min ghoiri fikrin walaa ruwiyatin” yaitu sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Pemahaman kedua istilah antara etika dan akhlak terlihat memiliki kesamaan, namun ada perbedaan yang sangat mendasar didalamnya. Perbedaan terletak pada nilai ibadah, dalam Islam jelas ketika melakukan perbuatan yang berakhlak mulia dengan dasar keimanan kepada Allah SWT selalu akan membuahkan pahala dimata Allah dan nilai luhur bagi sesama manusia, sementara etika tanpa dasar keimanan hanya menjadikan sebuah moralitas dan identitas budi pekerti pelakunya semata.

Sebagai muslim tentunya akan berusaha berbuat dan melakukan semua urusan hanya untuk mendapat ridho Allah SWT dengan imbalan pahala untuk bekal kehidupan akhiratnya, karena itulah tujuan muslim sejatinya. 

Dalam Al-Qur’an surat Al-Qolam ayat 4 dikatakan bahwa “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) berada diatas budi pekerti yang agung”. Dan dalam sebuah haditspun dikatakan bahwa “Aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. Sehingga jelas bagi umat Islam diseluruh alam berpatokan pada akhlaknya nabi Muhammad SAW. Akhlak terpuji yang ada dalam diri Rasulullah SAW sepantasnya dijadikan contoh dan suri tauladan yang baik. Ada dua sumber yang harus dijadikan sebagai pegangan hidup yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah yang keduanyapun dijadikan sumber akhlak islamiyah. Jika manusia telah berakhlakul karimah atau akhlak yang baik, mulia, terpuji InsyaAllah hidupnya akan jauh lebih baik dalam semua lini kehidupan. (MAB)

 

Rekomendasi

Baca Juga