Opini Orpa Dwi: Peranan Branding Bagi UKM

Orpa Dwi: Peranan Branding Bagi UKM

sisiusaha (30/4)

creative people..  Mengapa ketika perlu air mineral yang cepat terbersit adalah Aqua? Hal ini dikarenakan Aqua telah berhasil membangun sebuah branding dan sekaligus menanamkan ke dalam benak konsumen. Branding memang dahsyat pengaruhnya bagi sebuah produk maupun jasa.

Menurut Orpa Dwi seorang praktisi marketing perusahaan multinasional di Jakarta, branding dan pengemasan yang baik menjadi hal yang penting bagi sebuah produk. Namun sayangnya banyak pelaku UKM (Usaha Kecil Dan Menengah) belum begitu peduli bahkan tidak memahami permasalahan tersebut. Melakukan Branding pada sebuah produk akan mampu membangun citra dari produk tersebut sehingga mempunyai nilai yang positif dibenak konsumen dan mampu mendekatkan diri dengan konsumen.

Bagi UKM, karena keterbatasan modal tentunya dibutuhkan kejelian dan kreatifitas dalam membangun brandnya agar branding yang dilakukan tepat sasaran dan efektif. Branding tidak harus dengan budget yang besar, saat ini banyak media-media baru yang dapat dilakukan sebagai media branding dengan biaya yang relative kecil namun mampu menjangkau target market. Branding yang keratif tidak hanya sekedar penggunaan media, namun bagimana bisa membangun citra bagi produk tersebut dengan media yang ada.

Kreatifitas dalam menciptakan image atau citra tersebut yang harus digali untuk membangun brand yang baik dan tepat sasaran. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk branding bagi UKM:

  1. Kemasan produk kadang terlupakan oleh para pengusaha UKM, dengan mengemas produk dengan baik, akan memberikan kesan bahwa produk tersebut berkwalitas. Memang kemasan yang baik mungkin membutuhkan biaya lebih, untuk biaya tersebut bisa dimasukkan dalam  harga produk sehingga walaupun harga sedikit lebih tinggi dibanding dengan tanpa branding kemasan, namun nilai dari produk tersebut menjadi juga menjadi lebih baik. Kemasan adalah salah satu media komunikasi dan pencitraan produk yang cukup efektif.
  2. Dahulu media online belum booming seperti saat ini. Dahulu orang masih berfokus pada media tradisional seperti TV, radio, Koran dan lainnya. Dan untuk melakukan branding di media tersebut dibutuhkan budget yang sangat besar yang mungkin mustahil dilakukan oleh usaha kecil atau UKM. Branding secara online, biayanya relatif lebih kecil namun dapat mencakup jangkauan yang lebih luas. Bisa dilakukan dengan pembuatan website dan eksis di social media.
  3. Co Branding Jika UKM mempunyai keterbatasan modal, agar bisa menekan biaya branding, maka bisa minta sponsor kepada produk lain yang terkait. Misalnya, pengusaha bakmi atau roti, mereka bisa kerjasama dengan perusahaan tepung terigu untuk membranding produk buatan mereka dengan biaya yang ditanggung oleh perusahaan tepung terigu tersebut.
  4. Aktif dalam kegiatan komunitas Ikut nimbrung dalam kegiatan di suatu komunitas dimana komunitas tersebut merupakan target market yang tepat. Misalnya melakukan sampling atau buka mini stand disaat acara kumpul-kumpul ibu-ibu arisan. Hal ini sangat efektif, apalagi jika memang produk kita berkualitas, maka branding word of mouth atau mulut ke mulut akan terjadi, dan ini  akan lebih efektif karena orang menggunakan produk kita berdasarkan referensi orang-orang terdekat.
  5. Service dengan konsep yang unik Service yang baik merupakan point penting dalam membangun kepuasan konsumen. Memberikan service yang unik yang berbeda dan lebih baik dari yang lain, akan menciptakan kepuasan konsumen dan mengundang konsumen tersebut untuk datang lagi atau membeli lagi produk tersebut.

Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan oleh UKM untuk melakukan branding. Key success factornya adalah kreatifitas dalam menggali ide. Ide-ide segar dan baru akan membuat brand selalu eksis. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga