Opini GoJek: Memanage bisnis atau bisnis memanage?

GoJek: Memanage bisnis atau bisnis memanage?

Sisiusaha (26/6)

Banyak cara yang dilakukan untuk mendatangkan keuntungan, pilihan itu selalu terbuka, tidak ada batasan sepanjang tidak melanggar hukum agama, undang-undang negara maupun norma kepatutan dalam tatanan masyarakat. Hakikat dalam menjalankan bisnis adalah memperoleh keuntungan dan meminimalisir resiko kerugian.

Kreativitas menjadi faktor penting dalam membuat konsep bisnis yang mampu mencari celah pasar dan mampu bersifat “menginjak bumi’. Ada beberapa faktor yang diperlukan ketika hendak memilih bisnis.

Pertama, ide kreatif bisnis itu sendiri. Kedua, pengetahuan secara detail dalam mengimplementasikan ide kreatif. Ketiga, kemampuan dalam menjalankan bisnis dan keempat adalah resources yang diperlukan dalam bisnis tersebut.

Namun terbayangkah ketika ada sebuah bisnis yang sifatnya hanya memanage atau mengoperasionalkan sebuah bisnis lainnya, dimana kekuatan memanage menjadi satu satunya faktor penting. Hal itu sebuah kenyataan, dan terjadi.

Kita mengenal GoJek, sebuah bisnis transportasi mikro yang memanfaatkan teknologi kekinian, mampu mengkoordinir para tukang ojek yang rata-rata sudah jauh hari melakukan kegiatan bisnisnya secara individual. Dengan kemampuan manajerialnya, GoJek telah membuat para tukang ojek melirik dan bergabung dalam konsep yang ditawarkannya.

Siapa yang diuntungkan dalam kerja sama tersebut? Jawabannya adalah semua pihak menikmati keuntungan dan hal ini bisa dikatakan win-win solution. Dengan memanfaatkan mobile aplikasi pada telepon pintar, GoJek telah berhasil membuktikan bahwa dengan teknologi, mampu mengorganisir suatu bisnis atau usaha individual menjadi sebuah organisasi bisnis yang besar.

Kekuatannya ada pada sistem mobile aplikasi serta cara memanage individu. GoJek tidak membutuhkan investasi berupa motor yang menjadi modal utamanya, GoJek juga tidak memerlukan biaya operasional untuk pengemudi, bahan bakar, biaya perawatan dan lain sebagainya, hal ini dikarenakan GoJek hanya menjadi fasilitator antara konsumen dengan tukang ojek dan pihak management GoJek mendapatkan fee dari setiap transaksinya.

Namun ada sebuah nilai tersendiri yang didapat oleh GoJek, yaitu branding, yang mana pada akhirnya, kekuatan branding GoJek lah yang memiliki value tinggi. Konsumen tidak perlu mengenal nama tukang ojek, tapi hanya cukup mengenal GoJek dan permasalahan transportasi atau delivery dapat teratasi dengan baik.

Terobosan konsep bisnis ini bukan yang pertama kali, jauh hari di negara maju telah ada uber taxi yang sifat dan tujuannya hampir sama seperti konsep yang diterapkan oleh Gojek. Apapun itu, kita bisa melihat bahwa pilihan berbisnis sangat banyak dan bukan hanya cara memanage bisnis namun ternyata ada juga bisnis memanage. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga