Opini Bodohnya Kepintaran..

Bodohnya Kepintaran..

sisiusaha (10/3)

Siapa yang tidak setuju bahwa pintar itu adalah sesuatu yang sangat berarti, tidak sedikit orang yang memburu kepintaran dengan susah payah dan dengan segala cara, baik pintar secara emosional maupun pintar secara akademis. Tidak cukup hanya dengan belajar, namun juga harus di barengi dengan melihat pengalaman, baik pengalaman diri sendiri maupun orang lain. Membedah teori-teori juga salah satu cara agar orang memahami makna dari ilmu.

Proses itu telah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu dan hingga saat ini masih terus berlangsung. Hampir setiap hari kita mendengar penemuan penemuan baru tentang ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan bumi ini. Manfaat ilmu akan lebih terasa ketika sesuai dengan apa yang sebenarnya manusia perlukan, sehingga mampu memberikan pencerahan serta membawa manusia kepada jalan yang lebih baik, selamat dan sejahtera.

Namun tahukah kita bahwa ada ilmu yang mampu memanipulasi kepintaran manusia, yang mampu menggiring dan menciptakan sebuah persepsi dan tertanam di otak. Para ahli ilmu ini sengaja melakukan riset dan menciptakannya dengan tujuan untuk menguasai pikiran manusia, lalu bagaimana kita manusia yang memiliki akal serta kepintaran dapat terpengaruh serta terperdaya olehnya, sementara akal adalah kekuatan manusia untuk berpikir membedakan hal yang baik dengan yang buruk. Akal adalah juga merupakan faktor pembeda ciptaan Tuhan antara manusia dengan binatang.

Apabila otak manusia adalah sebuah hardware, maka akal merupakan software dan aplikasinya, subuah hardware secanggih apapun itu tidak akan bekerja dengan baik tanpa adanya software dan aplikasi yang menjalankan, begitu juga otak manusia. Lalu apabila otak manusia dengan kepintarannya tidak mendapat aplikasi yang tepat dan benar maka akan sangat mudah dikendalikan oleh kekuatan ilmu yang memanipulasi tadi, otak manusia dapat diatur sesuai dengan tujuan si pengatur, dibentuk opini, diarahkan untuk membenarkan dan mengikuti kehendak yang mengaturnya, kebenaran dapat menjadi salah dan sebaliknya.

Ketika mengamati kejadian akhir akhir ini, melalui berbagai media konvensional maupun media kekinian sangat terlihat dengan jelas upaya mempengaruhi kepintaran otak manusia, pemutar balikan fakta, pembangunan opini jahat, bahkan sampai fitnah menjadi menu rutin. Tujuannya adalah untuk mencari keuntungan pihak pihak yang melakukannya, kepentingan politik kekuasaan yang didalamnya ada kepentingan penguasaan ekonomi serta keserakahan lainnya. Tanpa disadari sudah banyak dari kita yang termakan oleh upaya tersebut, kesadaran dan kesehatan berpikir menjadi lemah dan bahkan pada sebagian orang menjadi hilang. Parahnya adalah ketika kita ikut membela dan bahkan memperjuangkan kepentingan mereka yang sama sekali tidak akan memberikan manfaat serta keuntungan apa apa bagi kita, justru akan merugikan kehidupan dan kebahagiaan kita kedepannya.

Akankah kita menjadi mudah terperdaya olehnya, terjerumus dalam kepintaran yang salah dan membawa kita menyesalinya dikemudian hari? Sebodoh itukah kepintaran kita? Sebelum terlambat dan menyesal berkepanjangan, sudah sepantasnya kita menyadari adanya upaya tersebut.

Pergunakan kepintaran kita dengan menggunakan akal dan nurani yang mulia, berpikir dengan cerdas dan bijak, mengamati secara seksama, dan menyimpulkan dengan parameter yang lebih suci, yaitu keimanan. Insyaa Allah dengan perlindungan Allah SWT kita akan selalu berada dalam jalan yang benar dan RidhoNya. Aamiin.. YRA.. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga