Opini Topeng Media

Topeng Media

sisiusaha (18/2)

Kata pepatah "bohongmu saja aku percaya, apalagi kejujuranmu", artikan saja sendiri pepatah itu. Namun apabila sulit mengartikannya, coba tonton media yang setiap hari menemani sebagai sahabat sejati dalam memenuhi hasrat akan informasi dan berita.

Apakah semua yang disajikan itu jujur adanya? Memang tidak semua informasi yang disajikan itu busuk atau bohong, namun juga tidak semua informasi juga benar atau jujur.

Media pada dasarnya adalah sebuah industri, dimana ada sebuah kepentingan usaha didalamnya, ketika bicara sebuah usaha permasalahannya adalah untung atau rugi serta kelangsungan usaha itu sendiri. Media terikat dengan beberapa etika, etika penyiaran, etika jurnasistik dan etika usaha. Pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar (teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, misalnya model, objek dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman kongkrit, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap atau retensi belajar. Namun karena terlalu memusatkan perhatian pada alat Bantu visual kurang memperhatikan aspek disain, pengembangan pembelajaran (instruction) produksi dan evaluasinya. Jadi, dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada sekitar abad ke-20, alat visual untuk mengkongkritkan ajaran ini dilengkapi dengan alat audio sehingga kita kenal dengan audio visual atau audio visual aids (AVA).

Sejalannya dengan waktu, media merupakan sarana propaganda yang sangat efektif, media mampu dengan cepat mempengaruhi masyarakat, media dimanfaatkan oleh dunia usaha untuk beriklan dan dunia politik untuk menggiring opini. Ketika media menjadi corong politik inilah yang berbahaya, prinsip dasar jurnalistik, etika jurnalistik dan keadilan bagi masyarakat untuk memperoleh berita yang berimbang dan apa adanya menjadi sangat sulit di dapat. Itu kenyataannya, tergantung kita menonton televisi yang dimiliki oleh kelompok yang pro atau mendukung kepentingan politik mana. Masyarakat hanya bisa menonton dan bahkan ada yang menelan mentah mentah, manipulasi informasi menjadi sangat dominan.

Harus lebih krtitis dalam mencerna sumber berita, sehingga bisa menentukan sikap kedepan, lihat dulu siapa pemilik media, buka topengnya dan nanti akan terlihat seberapa besar berita yang disajikan, ada kepentingan apa di dalamnya, jangan sampai terperdaya oleh topeng media. 

Mereka berusaha keras menaklukkan media dan mereka tertawa ketika anda takluk terhadap media. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga