News Pembunuhan Kreatifitas Kusrin

Pembunuhan Kreatifitas Kusrin

sisiusaha, (13/1)

“Astagfirullah... rakyat yang kreatif malah diperlakukan seperti itu harusnya dia dibantu untuk mengembangkan ketrampilannya dibina siapa tahu Indonesia bisa memproduksi TV sendiri save kota karanganyar. Payah!,” kata pengguna facebook, Rio Nugraha Krishna, Rabu (13/1).

Rio berkomentar seraya membagikan postingan akun facebook foto Karanganyar Tenteram yang memuat berita pemusnahan televisi rakitan Kusrin. Pengguna facebook lainnya, Arif Basuky juga melakukan hal serupa. Sambil membagikan berita pemusnahan televisi rakitan Kusrin, Arif juga mengecam tindakan pihak berwenang. “Miris rakyat kecil dizolimi,” ujar Arif.

Di twitter, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Gede Pasek Suardika juga menanggapi berita pemusnahan televisi rakitan Kusrin. “Nasibnya beda dg pembakar hutan,” tulis Pasek diakun twitternya @G_paseksuardika.

Pengguna twitter lainnya, Daniel Marissa mengungkapkan hal senada. Menurut Daniel, tindakan aparat memusnahkan tv rakitan Kusrin keliru.

“Kemarin saya membaca, TV produk rakitan anak2 muda berbakat dimusnahkan aparat, menurut saya itu keliru, Negara harus hadir membina,” tulis pemilik akun @asboediono ini.

Pemusnahan televisi rakitan karya pria lulusan SD, Muhammad Kusrin (42), oleh Kejaksaan Negeri Karanganyar menjadi pembicaraan di media sosial. Warga internet (Netizen) mengecam pemusnahan karya Kusrin. Pemerintah semestinya membina kreatifitas Kusrin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polda Jawa Tengah menggerebek tempat usaha TV rakitan  Kusrin pada Maret 2011 silam. Kusrin dianggap melanggar pasal 120 (1)  jo pasal 53 (1) huruf b UU No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. Kusrin juga melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 17/M-IND/PER/2012 tentang Perubahan Permendagri No 84/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakukan Standar Nasional Indonesia Terhadap Tiga Industri Elektronika Secara Wajib. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga


jadwal-sholat