Opini postmodern, pengertian dan sebuah budaya

postmodern, pengertian dan sebuah budaya

sisiusaha (24/12)

Menurut Wikipedia, Postmodernisme adalah faham yang berkembang setelah era modern dengan modernisme-nya. Postmodernisme bukanlah faham tunggal sebuat teori, namun justru menghargai teori-teori yang bertebaran dan sulit dicari titik temu yang tunggal. Banyak tokoh-tokoh yang memberikan arti postmodernisme sebagai kelanjutan dari modernisme. Namun kelanjutan itu menjadi sangat beragam. Bagi Lyotard dan Geldner, modernisme adalah pemutusan secara total dari modernisme. Bagi Derrida, Foucault dan Baudrillard, bentuk radikal dari kemodernan yang akhirnya bunuh diri karena sulit menyeragamkan teori-teori.
 
Berdasarkan asal usul kata, Post-modern-isme, berasal dari bahasa Inggris yang artinya faham (isme), yang berkembang setelah (post) modern. Istilah ini muncul pertama kali pada tahun 1930 pada bidang seni oleh Federico de Onis untuk menunjukkan reaksi dari moderninsme. Kemudian pada bidang Sejarah oleh Toyn Bee dalam bukunya Study of History pada tahun 1947. Setelah itu berkembanga dalam bidang-bidang lain dan mengusung kritik atas modernisme pada bidang-bidangnya sendiri-sendiri.
 
Postmodernisme dibedakan dengan postmodernitas, jika postmodernisme lebih menunjuk pada konsep berpikir. Sedangkan postmodernitas lebih menunjuk pada situasi dan tata sosial, sosial produk, teknologi informasi, globalisasi, fragmentasi gaya hidup, konsumerisme yang berlebihan, deregulasi pasar uang dan sarana publik, usangnya negara dan bangsa serta penggalian kembali inspirasi-inspirasi tradisi. Hal ini secara singkat sebenarnya ingin menghargai faktor lain (tradisi, spiritualitas) yang dihilangkan oleh rasionalisme, strukturalisme dan sekularisme.
 
Setidaknya kita melihat dalam bidang kebudayaan yang diajukan Frederic Jameson, bahwa postmodernisme bukan kritik satu bidang saja, namun semua bidang yang termasuk dalam budaya. Ciri pemikiran di era postmodern ini adalah pluralitas berpikir dihargai, setiap orang boleh berbicara dengan bebas sesuai pemikirannya. Postmodernisme menolak arogansi dari setiap teori, sebab setiap teori punya tolak pikir masing-masing dan hal itu berguna.
 
Ada hal yang tidak bisa dipungkiri dalam gaya hidup posmodern, yaitu kejenuhan manusia dalam induvidialism pada tatanan modern, kejenuhan dengan sesuatu yang berbau pabrikan di era industrial serta kesadaran akan pentingnya konsep go green. Dalam kaidah ini, sesungguhnya manusia telah sadar akan kodratnya sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan lainnya, penghargaan akan sebuah karya tangan lebih tinggi nilainya dari pada karya industrial serta sebuah kemurnian alam sebagai hal kemewahan.
 
Mengapa saat ini produk hand made lebih dihargai, mengapa sayur dan buah organik juga lebih mahal? Apabila kita menarik mundur kebelakang ternyata ada sebagian gaya hidup pada postmodern yang sesungguhnya telah membawa kembali ke era pramodern dimana secara umum manusia menadapat pasokan bahan kehidupannya melalui sesuatu yang murni, alami dan organik. Perbedaan yang sangat mencolok dengan gaya hidup modern yang lebih mengagungkan karya industrial dan menganggap kuno era pramodern. (MAB)
Rekomendasi

Baca Juga