News Manfaatkan Video untuk Promosi Bagi UKM

Manfaatkan Video untuk Promosi Bagi UKM

sisiusaha (3/12)

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) makin banyak yang memanfaatkan solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung bisnisnya. Dengan hadirnya teknologi generasi keempat (4G) Long Term Evolution (LTE), pengusaha UKM yang sebelumnya hanya memanfaatkan media sosial, kini mulai membuat video untuk menawarkan produk atau layanannya.

“Banyak usaha kecil memulai bisnis dengan memanfaatkan broadcast message dan mem-posting produk dan layanannya di media sosial. Sekarang, biar lebih menarik, mereka bikin video. Dengan teknologi 4G LTE, upload lebih cepat, buffering makin lancar," kata Menkominfo Rudiantara saat memberikan keynote speach dalam acara peluncuran XL Digibiz di Gedung SMESCO Jakarta, Rabu (2/12).

Oleh karena itu, lanjut Rudiantara, pemerintah terus berupaya meningkatkan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Kita terus membangun. Apa yang kita bangun? Infrastruktur TIK. Tak lain adalah infrastruktur broadband di seluruh wilayah Indonesia,” kata dia. Rudiantara yang akrab disapa Chief RA menjelaskan, ada tiga elemen penting dalam membangun layanan internet di Indonesia. Yakni ketersediaan jaringan 4G, perangkat pendukung dan aplikasi. Itulah yang disebut dengan Device, Netwoork dan Application (DNA).

Untuk penyediaan jaringan (network) 4G LTE, lanjut Chief RA, pemerintah dan operator telekomunikasi telah selesai menata ulang (refarming) frekuensi 1.800 Mhz. Frekuensi ini akan digunakan untuk jaringan 4G LTE. Operator pun telah mulai menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 1.800 Mhz di seluruh Tanah Air. Sedangkan untuk device, lanjut Rudiantara, pemerintah juga gencar mendorong vendor ponsel untuk menyediakan ponsel pintar (smartphone) berteknologi 4G LTE dengan harga terjangkau. "Kami terus mendorong agart vendor ponsel menghadirkan ponsel 4G dengan harga di bawah Rp 1 jutaan. Semoga dalam lima tahun ke depan, mereka bisa merilis ponsel 4G seharaga Rp 500 ribuan," kata dia.

Selain itu, lanjut Rudiantara, pemerintah juga terus mendorong pengembang aplikasi lokal untuk membuat aplikasi dagang. Kehadiran aplikasi lokal ini juga penting untuk mengoptimalkan jaringan dan perangkat yang ada. "Jika ekosistem ini (jaringan, perangkat dan aplikasi) berjalan, industri kita akan hidup," ujarnya. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga