News Agatha Virdhi Saputra Kembangkan Penyedap Rasa Berbahan Jamur Tanpa MSG

Agatha Virdhi Saputra Kembangkan Penyedap Rasa Berbahan Jamur Tanpa MSG

sisiusaha (1/12)

Produsen makanan banyak yang menggunakan MSG sebagai penguat rasa. Zat ini mampu menyeimbangkan, menyatukan dan menyempurnakan cita rasa makanan. "Namun di balik itu, mengandung banyak zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan," ujar Agatha Virdhi Saputra. S.pd. 

Pada kenyataanya banyak masyarakat yang kurang menyadari efek dari penggunaan zat ini. Itulah yang kemudian membuat Agatha fokus mengembangkan penyedap masakan berbahan jamur tanpa MSG. Agatha yang merupakan wirausaha muda binaan Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia kini telah berhasil mengembangkan dan mempekerjakan puluhan karyawan.

Dalam kurun waktu satu tahun, dengan nilai investasi awal sebesar 35 juta rupiah, usahawan muda kelahiran Jember, 28 Agustus 1989 ini, kini telah memiliki aset berjalan tak kurang dari 113 juta rupiah, dengan omset per bulan rata-rata 19 – 25 juta rupiah.

Produk yang dikemas Agatha merupakan inovasi terbaru dari industri pasca panen jamur tiram. “Selama ini jamur tiram hanya digunakan menjadi makanan siap saji. Melihat tren dunia yang sedang dalam pengembangan makanan sehat (healthy food), maka saya memutuskan membuat produk penyedap masakan dengan bahan baku jamur non MSG ini,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Agatha bekerjasama dengan para petani budi daya jamur.  Para petani menjual hasil budi daya jamur tiramnya kepada Agatha dengan harga kompetitif. “Secara tidak langsung, selain menjaga kapasitas produk, saya juga membantu para petani. Apalagi karena permainan tengkulak harga jamur sering fluktuatif dan tak jarang merugikan petani,” tambahnya.

Ia berharap ke depannya makin banyak wirausaha muda dan pemerintah pusat maupun daerah dapat lebih memperhatikan. Sebab dikatakanya tidak jarang wirausahawan muda banyak menghadapi tantangan, salah satunya permodalan.

“Usaha ini harusnya menjadi motivasi bagi lahirnya pemuda mandiri berjiwa wirausaha. Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan penggerak ekonomi di daerah. Keterlibatan pemuda bukan tidak mungkin menjadi salah satu kekuatan ekonomi Indonesia di kancah dunia, seperti yang telah diramalkan banyak lembaga nasional maupun internasional,” kata Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Drs. Ponijan, M.Pd. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga


jadwal-sholat