News Hati-Hati Kalau Pilih Waralaba, Ini Penjelasannya

Hati-Hati Kalau Pilih Waralaba, Ini Penjelasannya

sisiusaha (25/11)

Bisnis waralaba terus berkembang dan semakin banyak diminati sejak sepuluh tahun terakhir. Namun tidak semua waralaba memiliki kualitas yang bagus sehingga harus berhati-hati dalam memilih. Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Retno Tanding Suryandari, menyampaikan franchise bisa menjadi pilihan bagi yang ingin memulai usaha. Namun harus berhati-hati dalam membeli bisnis berjejaring ini. Hal ini karena tidak semua waralaba memiliki manajemen yang baik dan memperhatikan inovasi produk.

“Waralaba memang cara yang paling mudah masuk ke dunia usaha karena tidak perlu memikirkan mengenai produk dan bisa langsung dijalankan. Namun tidak semua waralaba bisa bertahan dan menghadirkan keuntungan besar. Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat memilih bisnis waralaba adalah produk, inovasi, sistem operasi dan marketing,” ungkap Retno.

Dia mengatakan kontrak waralaba sangat mengikat sehingga pembeli merek harus tahu apa saja yang ditawarkan dan rencana perkembangan usaha. Selain itu, perlu diperhatikan juga untuk memilih brand yang kuat dan terus berinovasi produk supaya pasar tidak bosan. Pengusaha Senior Solo, Sumartono Hadinoto, mengatakan waralaba memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurut dia, apabila merek yang dibeli memiliki brand yang kuat dan produk yang disukai masyarakat, cukup menyediakan tempat usaha. Dia mengatakan pemilihan tempat pun harus disesuaikan dengan sasaran atau target market.

“Harus pandai memilih perusahaan waralaba. Informasi saat ini terbuka lebar, bisa dilihat di internet mengenai ulasan dan apa saja yang ditawarkan franchisor (pemilik waralaba),” ujarnya secara terpisah. 

Founder Wirausaha Muda Surakarta, Albert Kanan, mengatakan membeli waralaba kualitas produk terjaga dan sudah memiliki target pasar yang jelas. Namun keunikan dan nilai jual produk tetap harus diperhatikan, seperti apakah produk tersebut mudah untuk ditiru. Diakuinya memulai usaha baru memang tidak mudah dan waralaba menawarkan usaha yang instan. 

Namun dia menyampaikan tidak semua waralaba memberi jaminan usaha akan sukses karena beberapa hanya menjual merek tapi tidak dikelola dan dijaga dengan baik kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, harus berhati-hati memilih bisnis waralaba, diantaranya bisa mengunjungi outlet yang sudah ada. menurut dia, testimony atau review dari pembeli waralaba atau franchisee bisa dijadikan landasan untuk membeli waralaba. 

Selain itu, dia mengatakan harus menyesuaikan dengan karakteristik daerah karena ketika sukses di suatu kota belum tentu sukses di kota lain. Ketiganya pun sepakat, bisnis kuliner saat ini sedang booming dan memiliki peluang yang besar. Apalagi makanan yang unik dan kekinian. Retno mengatakan bisnis yang menyentuh basic needs masyarakat pasti diminati, diantaranya kuliner, pakaian, hiburan, dan pendidikan. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga