News Menjajal Peluang Di Bengkel Food Truck

Menjajal Peluang Di Bengkel Food Truck

sisiusaha (25/11)

Bisnis jasa pembuatan food truck semakin menjamur di Indonesia seiring maraknya usaha kuliner yang menggunakan kendaraan roda empat. Penyedia jasa pembuatan food truck bisa meraup omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan dengan laba bersih berkisar 20%-30%. Menjalankan sebuah usaha memang bisa dilakukan di mana saja, baik di tempat permanen seperti rumah kios, toko, hingga ruko. Tapi, bisnis juga bisa dijalankan di tempat yang non permanen, semisal mobil toko (moko) atau food truck yang biasa dipakai untuk usaha kuliner.

Nah, dalam dua tahun terakhir, menjalankan bisnis dengan menggunakan food truck semakin popular di Tanah Air. Di beberapa sudut tempat keramaian di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Pekan Baru, dan Bali, mulai bermunculan food truck yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman. Para pelaku usaha menggunakan kendaraan besar yang difungsikan bukan hanya untuk etalase, tapi juga tempat memasak dan bertransaksi. Dengan desain yang unik, food truck kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan usaha.

Tapi, tahukah Anda, di balik desain yang unik itu, ternyata ada tangan-tangan terampil yang menyediakan jasa pembuatan food truck. Salah satu penyedia jasa desain food truck adalah Leonard Adi Surya. Pria yang akrab disapa Leo ini merintis usaha jasa desain food truck sejak enam bulan lalu dengan bendera usaha Exinio. Menurut Leo, menjadi penyedia jasa desain food truck bukan pekerjaan mudah. Sebab, pekerjaan yang dilakukan bukan hanya sekadar merombak interior dan eksterior mobil. Lebih dari itu, perancang food truck harus mampu menciptakan ide-ide kreatif untuk menghasilkan desain yang unik dan memikat masyarakat.

Misalnya, penyedia jasa food truck harus menyesuaikan ukuran mobil dan tempat untuk berjualan. Lalu, memenuhi konsep rancangan food truck yang diminta pelanggan, dan mengatur interior menjadi sebuah food truck yang terlihat elegan. Bersama empat orang rekan kerjanya, Leo mengaku sudah banyak melayani pesanan pembuatan food truck untuk usaha kuliner, seperti kebab dan jasa katering. Dalam sebulan, Leo bisa melayani sampai dua pesanan food truck.

Untuk jasa pembuatan food truck, Leo membanderol tarifnya bergantung pada konsep desain yang diminta pelanggan. Biayanya berkisar Rp 40 juta-Rp 60 juta. Jika dalam sebulan Leo bisa memenuhi dua pesanan desain food truck, omzet usahanya berkisar Rp 80 juta hingga Rp 120 juta. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga