News Berjuang Dari Nol Tanpa Pengalaman, Bisnis Batik Iriane Ini Raup Omzet Ratusan Juta

Berjuang Dari Nol Tanpa Pengalaman, Bisnis Batik Iriane Ini Raup Omzet Ratusan Juta

sisiusaha (25/11)

Meski telah mapan bekerja di sebuah perusahaan kontraktor, Iriane memutuskan untuk keluar, mengundurkan diri dari tempatnya bekerja pada tahun 2010. Dengan bekal kecintaannya, pada 26 Februari 2010, wanita lulusan teknik sipil salah satu universitas di Jember ini memulai menggeluti usahanya, membuat batik.

Mengawali usaha rumahan, dia mengaku, berjuang dari nol, tanpa pengalaman. Termasuk modal, diambil dari tabungannya yang tidak seberapa banyak. Diawali, setiap hari sejumlah ibu-ibu tetangganya diajak ke tempat tinggalnya. Dia mengajari proses membuat batik, dari belajar tingkat dasar sampai ke penjualan batik.

"Awalnya, saya berpikir. Punya rumah besar, usaha apa yang cocok saya lakukan untuk bisa membantu warga sekitar kampung ini," ujar Iriane, pemilik Rumah Batik Rolla. Kemudian, Iriane terus mempelajari berbagai pola batik, utamanya batik lokal Jember, yang berpola khas, daun tembakau. "Saya ingin pola dan corak khusus, ini ‎untuk melestarikan ciri dan khas Jember," tambahnya.

Semakin hari, usahanya terus membesar. Semula, hanya 10 ibu-ibu yang menjadi tenaga kerjanya. Saat ini, sudah memiliki 156 orang pekerja. Pesanan pun terus berdatangan. Bahkan, Iriane juga melayani order batik dari luar negeri. Untuk memperkaya keterampilan pekerjanya, Iriane kerap mendatangkan guru untuk mengajari pegawainya untuk meningkatkan kemampuan. "Instruktur kerap kami datangkan, untuk mengajari pekerja agar lebih trampil," tambahnya.

Dia menuturkan, produksi kain batik yang dihasilkan saat ini lebih dari 300 lembar tiap bulan dengan karyawan 156 orang. Dia memaparkan, per bulan mampu meraup omzet mencapai Rp100 juta. Menurutnya, harga jual tiap lembar kain batik bervariasi, mulai dari Rp100 ribu sampai Rp3 juta. (MAB)

 

Rekomendasi

Baca Juga


jadwal-sholat