News Mahasiswa Ini Punya Omzet hingga Rp15 Juta Per Bulan Dengan Berbisnis Gelang

Mahasiswa Ini Punya Omzet hingga Rp15 Juta Per Bulan Dengan Berbisnis Gelang

sisiusaha (25/11)

Memulai sebuah bisnis tidak harus dengan modal besar. Bahkan modal kecil pun bisa dikelola sehingga menghasilkan omzet belasan juta rupiah per bulan. Salah satu contohnya adalah usaha Gelang Kulit Custom milik Hokie Septian Nugroho, 21 tahun. Ia mengawali bisnisnya pada 2013 awal dengan menjadi reseller terlebih dahulu. Lama-kelamaan, ia pun belajar cara membuat gelang berbahan kulit. Setelah bisa, ia memutuskan untuk membuat gelang kulit sendiri.

“Modal awal saya hanya Rp250.000 untuk membeli kulit. Saat ini, omzet saya rata-rata per bulan Rp7 juta hingga Rp15 juta,” ujar dia. Ia menjelaskan, gelang kulit custom miliknya memiliki keunggulan yakni pembeli bisa merancang sendiri gelang kesukaannya. Mereka bisa memilih model gelang yang disukai. 

Hokie menyediakan lima pilhan warna yakni cokelat muda, cokelat tua, krem, merah, dan biru dengan pewarna kulit khusus. Sebuah gelang, ia jual dengan harga Rp25.000. Setiap  bulan, rata-rata ia bisa menjual 300an gelang. Warga Kalasan ini membeli bahan baku di Bantul. “Pasarnya (yang menjual) masih sedikit, dan di Jogja ini mudah sekali mendapatkan bahan baku,” ujar dia.

Ia menyasar kalangan remaja di bawah 20 tahun. Pemasarannya ia lakukan menggunakan online shop. Ia menjamin kualitas gelangnya bagus dan motifnya tidak mudah hilang karena menggunakan teknologi laser. Awalnya, ia memanfaatkan jasa percetakan untuk membuat motif, namun saat ini ia sudah memiliki alat laser sendiri seharga Rp250 juta. Selain bisa mendapatkan penghasilan, mahasiswa semester tujuh di UII dan semester tiga di UGM ini bisa meyediakan lapangan kerja. Berawal dengan mengerjakan sendiri, ia saat ini sudah memiliki tiga orang pegawai.

Rencananya, ia akan melebarkan usaha dengan memproduksi dompet, tas, dan ikat pinggang. Satu setengah bulan ini, ia sudah memulai membuat dompet yang dijual dengan harga Rp275.000 hingga Rp350.000. Karena masih konsentrasi ke gelang, jumlah dompet yang diproduksi masih sedikit yaitu satu lusin. “Saya harus terus beriovasi dan gencar dalam pemasaran,” ujar dia. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga